Ticker

6/recent/ticker-posts

#Day 16 Seri Ramadhan 2018: THE PEARL OF RAMADHAN

By: M. Ridwan

Mutiara itu beraneka jenis. Ada mutiara air tawar dan air laut. Kemilaunya indah. Namun, biasanya mutiara air laut lebih mahal dibandingkan mutiara air tawar. Sebabnya, karena tingkat kesulitan dan masa pembentukannya. Kaum Hawa pasti suka memburu mutiara ini. Maka, sering-sering main ke Lombok ya..:). Tapi, tulisan ini tidak tentang mutiara yang bertebaran di bumi. Saya lebih tertarik membahas tentang mutiara RAMADHAN bernama ALQURAN.


Mutiara RAMADHAN tentunya ALQURAN karena ia diturunkan pertama kali di bulan Ramadhan. Proses turunnya  bertahap hingga menjadi kitab terkodifikasi seperti di tangan kita saat ini. Kendati bertahap dan sudah ditulis dalam bentuk mushaf Usmani, namun keasliannya sudah tak diragukan. 1000%. Soalnya, JIbril membimbing peletakan susunan ayat per ayat tersebut dengan cermat.  Alquran adalah kitab yang GENUINE. Transformasi KALAM TUHAN dari bentuk IMMATERI menjadi BACAAN BERSUARA merupakan sebuah KEAJAIBAN  tak terkita hebatnya. Melebihi proses PENCIPTAAN ALAM SEMESTA, yang sampai kini masih membuat ilmuan PUSING tujuh keliling.

ALQURAN adalah cara TUHAN memberitahu kita MISTERI dari penciptaan LANGIT, BUMI, MANUSIA serta KEINGINAN TUHAN untuk kita. Ia menjadi PETUNJUK bagi manusia untuk menjalani hidup. Supaya manusia jangan tersesat, disesatkan atau menyesatkan. Terbukti,  ALLAH TUHAN YANG MAHA BAIK, bukan?. Bangga dong.

SEBAGAI KITAB TERAKHIR,  ALQURAN tentu harus ZERO KESALAHAN. Baik konten maupun tulisannya. Terbukti, bukan?. Dipreteli, di bully, dihina, tetap saja ALQURAN bersinar hingga kini. Kemilau mutiaranya semakin indah. Hanya Tuhan yang mampu melakukannya.

Kalau kita ikuti PERJALANAN KITAB SUCI di muka bumi, nyata BAHWA ALQURAN telah merangkum INTI semua ajaran KITAB SEBELUMNYA sekaligus memuat KONTEN TERBARU. Maklumlah, kitab ini akan digunakan SAMPAI DUNIA BERAKHIR.  Jadi gak bakalan ada cacat. Secara INTRINSIK dan EKSTRINSIK, ALQURAN adalah MUKJIZAT.  TERHEBAT SEPANJANG MASA.

Maka, orang yang menyia-nyiakan ALQURAN,  pasti rugi banget. Dia menyiakan-nyiakan ARTEFAK LANGIT bernilai tinggi. Orang KINI pada “bela-belain” mencari barang antik dan manuskrip KUNO, padahal di depan mata ada ALQURAN yang meurpakan MANUSKRIP LINTAS SEMESTA. Harta Karun Semesta. Net Value nya TAK TERKIRA. Mahal sekali.

So, Ramadhan ini adalah BULAN ALQURAN. Saatnya semakin menela’ah KITAB ini.  

Maka, saya KAGUM dengan beberapa orang yang memiliki TARGET ALQURAN cukup TINGGI selama RAMADHAN, misal, mengkhatamkan 4 atau 5 kali. Padahal, untuk khatam 1 x selama RAMADHAN saja sudah cukup sulit. Berarti ia harus mengkhatamkan minimal 3 juz perhari. Ini target besar untuk ukuran Indonesia. Luar biasa..

Di bulan ini pula, kegiatan berbasis ALQURAN semakin banyak.  Ada TADARRUS, TADABBUR, TAHFIZ, termasuk aktifitas ala netizen yang gemar men-SHARE ayat setiap hari. Semakin dibaca, semakin kelihatan untaian mutiara indahnya, tak habis-habis. Apalagi sampai sudah menyentuh ruhani, maka pasti akan ketagihah.

RAMADHAN tanpa DEKAT KEPADA ALQURAN itu tentu ANEH. PENDUDUK LANGIT mungkin akan bilang “KAMU GAK GAUL BANGET”, “GAK NGERTI PRODUK MAHAL”. Kendati, mungkin manusia hafal semua merek produk dunia yang mahal, namun, di alam langit, mereka yang gak dekat dengan ALQURAN mungkin akan diberi label “MANUSIA SELERA MURAHAN”, kali ya?. Who knows?😊

Syukurlah, kini, ALQURAN mudah diakses baik mushaf tertulis atau digital. Terlebih ketika bersentuhan dengan DUNIA TEKNOLOGI. Bisa diinstal di gadget lengkap dengan tafsir dan tilawahnya. Makin mudah BERINTERAKSI dengannya. Sesuatu banget …

Kita tentu tidak tahu, seperti apa cerita dunia ke depan. Kita juga tidak tahu aset riil yang bisa kita banggakan pada masa mendatang, terlebih ketika hidup sesudah mati nanti. Punya uang tergerus inflasi, punya properti, diperebutkan orang. So, ketimbang repot ngumpulin sesuatu yang belum pasti dinikmati, mengapa tidak dimulai dari ALQURAN yang nyata-nyata ada di tangan dan pasti langsung bisa dinikmati. Let’s try it…

Wallahu ‘alam.









  




Post a Comment

0 Comments