M. Ridwan
Bagaimana menikmati sebuah penerbangan? Bagaimana merasa nyaman dengan CUACA di
angkasa yang kadang membuat pesawat mengalami TURBULENSI,?
Tentu, harus ada keyakinan bahwa pilot memang
CAPABLE atau MAMPU mengendalikan pesawat dengan baik.
Harus ada kepercayaan
tinggi bahwa pilot mampu membawa pesawat mendarat dengan selamat. Tanpa kepercayaan itu, tidak mungkin penumpang
bisa dengan tidur nyenyak dan menikmati hiburan selama penerbangan. Tanpa kepercayaan
kepada pilot, penumpang pasti akan
meninggalkan pesawat sebelum take off.
KEPERCAYAAN kepada pilot itu MUTLAK diperlukan.
Nah, melaksanakan Ramadhan tahun 2018 ini MIRIP
seperti itu juga.
Supaya mampu menikmati ibadah puasa dengan
khuysuk dan bahagia, harus ada kepercayaan bahwa Allah memberikan ibadah ini
sebagai tanda kasih sayang-Nya kepada manusia, bukan “PAKSAAN” apalagi “SIKSAAN”.
Sehingga, apapun yang terjadi ketika melaksanakan ibadah
ini harus dianggap seperti menikmati penerbangan. Guncangan dan TURBULENSI pada bulan Ramadhan harus
DINIKMATI dengan BAHAGIA. Kalau gak ada kepercayaan, alamat bahaya.
KEYAKINAN ini SANGAT PENTING ditanamkan di hati karena terkadang
bulan manusia pada bulan RAMADHAN rentan. Bayangkan, selain merasakan lapar dan
haus, ia harus menghadapi TEKANAN MENTAL ala manusia JAMAN NOW yang mudah
diintimidasi benda-benda.
Lihat sekeliling KITA. Bukankah semua
BENDA-BENDA itu sangat MENARIK HATI?
Baik makanan, minuman, kendaraan, fashion,
kosmetika, hiburan, property, gadget teranyar
atau perhiasan, semuanya membuat manusia kadang bermimpi memilikinya. Semakin mahal harganya, semakin banyak diminati.
Kemajuan dunia di era PASCA MODERN menyebabkan
kuantitas BENDA-BENDA dunia semakin banyak dan menggiurkan. ANEHNYA, di bulan
Ramadhan, benda-benda ini dan fasilitas dunia ini kok terlihat lebih menarik
ya? 😊
Hati-hati,
Tarikan benda-benda ini bisa MEMBAHAYAKAN
dan menyebabkan ibadah TERGANGU, bahkan bisa menyebabkan TEKANAN MENTAL.
Katakanlah, seorang ayah yang tak mampu
membeli pakaian baru atau persiapan lebaran, mungkin saja merasa minder dan
PAPA. Merasa tak mampu menjadi seorang ayah yang membahagiakan. Padahal, apalah
artinya sebuah baju baru, bukan?. Kapan-kapan juga bisa dibeli.
Atau, katakanlah sebuah keluarga yang tak
bisa mudik karena tidak punya uang. Mengapa mesti BAPER dan tersiksa?. Terima
sajalah kondisi itu dengan LAPANG DADA dan BERSYUKUR. Kapan-kapan juga bisa
mudik, bukan?
Bagaimana membuat Ramadhan tahun ini menjadi ENJOY dan FULL OF FUN?
Caranya menumbuhkannya tentu dengan
meyakini bahwa APAPUN yang terjadi setelah ikhtiar adalah KETENTUAN ALLAH
semata. Ada KEKUATAN ALLAH dalam skenario luput yang telah kita rencanakan. Serahkan saja pada-Nya. Ucapkan “La haula
wala quwwata illa billah (Tiada daya dan kekuatan selain kekuatan Allah).
Kalau keyakinan ini tidak ditanamkan, maka bersiaplah
dengan TEKANAN MENTAL yang akan menganggu ibadah puasa, tarawih, tilawah atau
sedekah kita. Kita bakalan gak khusyuk dan kehilangan orientasi.
So?. Percayakan saja semua urusan kepada Allah.
Yakinlah akan memberikan yang terbaik bagi kita di bulan ini. Yakin saja, bahwa pesawat Ramadhan kita akan mendarat dengan mulus dan nyaman. Be Happy...
Moga, Ramadhan 2018 ini menjadi momentum
kita untuk MENGAKUI bahwa semua kekuatan itu adalah MILIK ALLAH semata. Semua
RENCANA dan perhitungan LOGIKA yang kita buat, nyatanya tergantung kepada
KEHENDAK ALLAH. Sekali lagi, setelah semua ikhtiar telah kita lakukan secara maksimal.
Wallahu a’lam


0 Comments