Ticker

6/recent/ticker-posts

#Day14 Seri Ramadhan: WE ARE NOT IN A HURRY, BRO..

By: M. Ridwan


Kendati sebuah pesawat biasanya melaju dengan kecepatan 800-900 km/jam, anehnya, penumpang tidak merasakan kecepatan itu. Terlihat seolah-olah awan berjalan lambat dan pesawat tidak bergerak. Para penumpang juga terlihat santai menikmati perjalanan tanpa terganggu dengan gerakan pesawat yang melaju dahsyat. Ada yang tidur, menonton, membaca, bercengkerama dengan rekan atau keluarga. Bahkan, di dalam pesawat supersonik seperti Concorde-pun penumpang enjoy saja. Gak ngaruh tuh, meski pesawat melaju melebihi kecepatan suara. Hebat ya..

PENUMPANG RAMADHAN pun seharusnya BEGITU, bukan?
Kendati pesawat Ramadhan terus bergerak, bertambah dari hari ke hari, seharusnya PENUMPANG tetap enjoy saja menikmati perjalanan. Gak usah terpengaruh dengan SUASANA RIUH di luar pesawat. Gak usah PANIK dengan AWAN KELAM yang terlihat mengerikan, DI LUAR SANA. Nikmati saja perjalanan RAMADHAN. Yakini saja bahwa TUHAN akan memberikan YANG TERBAIK buat kita.

Namun, sejujurnya, menuliskannya lebih mudah dari mempraktikkannya, bukan?
Ngomong itu lebih mudah dari bertindak, hehe

Tapi, saya pernah mendengarkan cerita nenek dulu. Bahwa KELUARGA JAMAN OLD biasanya sangat ENJOY saja dengan Ramadhan. Mereka mudah fokus dengan ibadah. Masalah panganan sahur dan berbuka tidak menjadi problem berarti, apa adanya saja. Ngabuburit itu tidak menjadi sesuatu yang dikejar.

Persiapan lebaranpun sederhana, gak pada heboh. Baju baru seadanya, kue lebaran tak sederhana. Namun, jangan ditanya aktifitas ibadah mereka. Rajin banget ke masjid, membaca Alquran, sholat sunat, i'tikaf, bersedekah, tersenyum dan tidak banyak bicara. Kok bisa ya?. Apa karena gak ada TV dan medsos ya?. Apa karena tingkat ekonomi yang rendah?. Hmm, tidak juga sih. Tapi, entahlah...

Yang jelas, sepertinya mereka tidak terburu-buru menyelesaikan Ramadhan.
Sehingga SHOLAT mampu dinikmati, ALQURAN diresapi, SEDEKAH dinanti, Qiyamul Lail dirindukan dan dilakukan dengan panjang. Pokoknya tidak ada raut panik, terburu-buru dan khawatir. Terlihat, sunyi senyap dan tanpa keriuhan. Jelang Ramadhan berakhir, biasanya mereka sangat bersedih. Saya selalu ingat raut wajah mereka ketika esok akan memasuki 1 Syawal. Pertanyaan yang muncul, "kapan bertemu Ramadhan lagi ya?. Rasanya 30 hari itu singkat sekali?", kata-kata itu sering terdengar. Penuh ketulusan dari hati.

Saya merasa malu saja dengan GENERASI OLD itu. Ritme kehidupan modern ala GENERASI JAMAN NOW plus AKSESORIS dunia yang BEJIBUN dan BERAT membuat diri ini sepertinya kehilangan WAKTU MENIKMATI RAMADHAN. We are always in a hurry. Seperti dikejar waktu, padahal entah apa itu. Rasanya nih, semua yang tampak di sekeliling menjadi MENARIK dan kadang MENGINTIMIDASI. Korban iklankah? Entahlah, kalau itu perasaan saya saja...:)

Sayayakin, ini tidak mewakili perasaan semua kita ya, ORANG JAMAN NOW. Saya tetap yakin, selalu ada CHAMPION RAMADHAN yang berhasil melalui hari demi hari dengan MANIS. SOMEONE and SOMEWHERE, seseorang dan di suatu tempat. Entah dimana itu...

Saya hanya berdoa, moga hari Ramadhan ke 15 besok, bisa semakin memberi kesan bagi kita semua sehingga RAMADHAN yang kita miliki di tahun ini menjadi BEGITU SPECIAL. Amin..

Wallahu a'lam.











Post a Comment

0 Comments