DELAY artinya tertundany a keberangkatan pesawat. Mungkin karena kerusakan teknis ataupun faktor cuaca. Hampir semua penumpang yang mengalami delay pasti KECEWA. Bahkan, banyak yang MARAH-MARAH. Saya pernah melihat seorang Bapak yang MENDAMPRAT petugas ruang tunggu karena mendapat kabar pesawatnya ditunda selama 1 jam lebih. Baik petugas maupun dirinya sama-sama bertahan dengan argumen masing-masing. Dengan wajah merah padam, tentunya. Kendati salah alamat dan useless, si Bapak sepertinya hanya ingin melampiaskan kemarahannya saja. Tetap saja DELAY.
Sebagian penumpang lain, terlihat bersabar,
mencoba memaklum. Kendati tetap menunjukkan ekspresi kekecewaan. Akhirnya, maskapai
memberikan KOMPENSASI berupa makan dan minuman kepada para penumpang walaupun
diterima dengan berat hati.
Kalau sudah terjadi DELAY, maka pesawat
secanggih apapun menjadi TAK BERARTI. Penumpang ingin cepat sampai TUJUAN.
Selain DELAY, ada PEMBATALAN. Ini pasti
lebih menyakitkan. Sakitnya tuh di sini. Rencana ke tempat tujuan menjadi SIRNA.
Pembatalan penerbangan bisa saja karena alasan teknis ataupun PENCEKALAN. Kabarnya,
mantan PM Negeri SEBELAH sedang mengalaminya.
TERNYATA, DELAY juga bisa terjadi pada
RAMADHAN 2018 ini yaitu dimana ganjaran keampunan dosa dari Allah kepada hamba
DITUNDA. Padahal, keampunan ini merupakan REWARD TERMAHAL dari proses amal
RAMADHAN. Rugi sekali, pabila seorang hamba tidak mendapat keampunan dari Allah
padahal ia telah melaksanakan amal selama satu bulan penuh dengan SUSAH PAYAH.
Nah, menurut HADIS Nabi, tertundanya
keampunan ini disebabkan karena PERMUSUHAN yang tidak DIDAMAIKAN. Sebutannya
adalah SAKHNA’ alias MASIH ADA BARA DENDAM di hati.
Wah, bahaya banget..
Ternyata, masalah HATI ini adalah KUNCI
amal. Saya kira logis sih. TUHAN sepertinya tidak mau kalau manusia masih
memiliki KOTORAN di hati meski segores DENDAM atau PERMUSUHAN. Bayangkan, kalau
permusuhannya SAMPAI KE UBUN-UBUN.
Artinya, selama RAMADHAN kita memang
dilatih dan diharuskan BERANI menghilangkan permusuhan. Kita mendapat TANTANGAN
untuk membersihkan BARA DENDAM dan KONFLIK di hati, mungkinkah?
TANTANGAN ini BERAT melihat kondisi negeri
ini memang mudah DISULUT API PERMUSUHAN. Di bulan Ramadhan ini saja, sering
terjadi TAWURAN, permusuhan antar kampung, antar ormas, dan antar antar
lainnya.
Namun, tentunya, yang paling fatal kalau
pahala RAMADHAN malah DIBATALKAN, bukan?. Ini mah, lebih parah ketimbang
DITUNDA. Penyebabnya dibatalkannya PAHALA RAMADHAN karena si shaim memang tidak
bisa melepaskan diri LILITAN NAFSU dan ANGKARA MURKA. Hatinya penuh BARA API
dan DOSA. Wajar dong dibatalkan Allah, bisa-bisa membakar PESAWAT RAMADHAN
pula. Wong, kalau naik pesawat komersial pun penumpang dilarang untuk ISI ULANG
HP bukan?. Takut terbakar di PESAWAT.
Moga amal puasa kita semakin MEMBAIK
kualitasmya, dari hari ke hari. Amin.
Wallahu a’lam


0 Comments