Ticker

6/recent/ticker-posts

#Day1 Seri Ramadhan 2018: Take Off Ramadhan: Beratkah?

By:  M. Ridwan

Memasuki awal Ramadhan 1439 H ini, ibarat menerbangkan pesawat Airbus A380 yang superbesar itu. Untuk proses take off nya memerlukan energi dan konsentrasi yang sangat besar. Saya pernah melihat bagaimana seorang pilot dituntut keahliannya untuk menerbangkan pesawat ini. Kalau tidak?, siap-siaplah pesawat trilyunan rupiah ini jatuh. Tak bernilai lagi.
Ramadhan 2018 ini berat. Setidaknya di negeri ini.

Betapa tidak, seminggu menjelang kehadiran bulan mulia ini, perhatian publik negeri justru disibukkan dengan teror bom di berbagai tempat di Indonesia. Entah apa yang ada di benak pelaku teror ketika memutuskan harus mati dengan membunuh orang tak berdosa. Entah disengaja atau tidak, mereka telah berhasil membuat fokus umat Islam terganggu dan pandangan dunia terhadap muslim semakin kelam. Luar biasa jahatnya.

Tapi itulah cobaan.
Saat inilah, Ramadhan menjadi moment berharga untuk mempertanyakan, apakah muslim negeri ini tetap teguh dengan misi kasih sayang yang diemban Islam?, Apakah kita akan komit menunjukkan Islam yang cinta kasih dan rahmat bagi alam?. 

Kendati berat, muslim negeri ini harus segera mengarahkan kembali hati dan pikiran mereka untuk stay focus on Ramadhan. Betapa ruginya kalau moment bulan ini tidak mampu dilewati dengan baik dimana kita kalah, menyerah justru di gerbang awal Ramadhan. Sama seperti seorang penumpang pesawat yang hanya sibuk selfie di tangga Airbus A380 dan tak jadi naik pesawat.

Take off sebuah pesawat itu adalah titik krusial.
Energi pesawat dan perhatian awak kabin difokuskan pada proses ini. Penumpang harap-harap cemas dan berdoa, moga pesawat bisa mencapai titik ketinggian aman dan melaju sebelum nanti proses landing atau mendarat.

Dalam proses take off, sering ada angin dan turbulence di kiri kanan. Kadang, beberapa ekor burung menabrak pesawat kendati tak dirasakan oleh pesawat besar. Itulah gangguan proses take off.
Ramadhan 2018 juga demikian.

Ketika mau take off saja, muslim negeri ini diganggu dengan kejadian tak mengenakkan itu. Diterpa badai pemberitaan dan aksi teror dan dampak negatif terkait Islam. Tiba-tiba kita serasa di negeri penuh murka. Saling menyalahkan sana-sini, padahal semua kita adalah korban.

Sudahilah saja.
Pesawat Ramadhan akan segera terbang. Masak sih masih berdebat padahal mesin sudah dinyalakan dan awak kabin sudah membuka pintu?. Mau terbang gak sih?

Dalam pesawat Ramadhan, banyak fitur yang menarik. Maklum, Ramadhan adalah bulan pilihan. Hanya penumpang kelas elite saja yang mampu masuk ke dalam kabin Ramadhan dengan nyaman. Tiketnya mahal, karena fitur di pesawat Ramadhan 2018 selalu diupgrade. Pesawatnya sendiri bernilai jutaan trilyunan. Tak terkira. 

Kendati "cuma" 30 hari, tak ada mata uang yang mampu mengkorversi net value-nya.

Tapi, nilai itu hanya mampu diketahui oleh orang yang paham Ramadhan, sama seperti paham nya seorang insinyur pesawat terhadap mahalnya harga sebuah Airbus A380.

So, bagaimana cara melakukan take off Ramadhan 2018 ini?

Ada beberapa.

Pertama, pastikan kita mantap masuk ke dalamnya. Pastikan hati dan pikiran kita berada di dalamnya. Nikmati saja semua proses, goncangan dan alunan angin yang membawa. Gunakan fasilitas yang ada secara maksimal. Sayang lho, harga mahal tiket mahal cuma dipakai tidur.

Kedua, pastikan barang-barang tak berguna tidak masuk kabin. Merepotkan bawaan saja. Maka, pastikan bahwa segala aktifitas di darat tidak dilakukan di dalam kabin. Tidak perlulah, di dalam Ramadhan masih sibuk cuap sana sini ngomongin kejelekan orang, cibir kelemahan manusia atau saling fitnah. Doakan semua manusia menjadi baik. Dalam dunia digital dan medsos, tahan jari untuk tidak membuat postingan yang akan membuat penumpang terganggu apalagi sampai menimbulkan pertengkaran. 

Ketiga, dalam kabin banyak larangan. Maka, patuhi saja. Tidak boleh merokok, nyalakan hp (kendati di A380 bisa ngenet dan telepon). Bahkan berpikiran negatif pun jangan. Gak perlulah TV di bawa ke dalam pesawat, iya kan?

Masih banyak yang bisa dilakukan dalam proses take off Ramadhan. Apapun pilihan kita, maka mintalah bantuan Tuhan agar memudahkan proses ini.
Moga Ramadhan tahun ini dapat kita lalui dengan baik, dan berefek positif bagi kehidupan dan bangsa ini. 

All passengers,
Ready for take off position....
Bismillah..

Wallahu a'lam

Post a Comment

0 Comments