Ticker

6/recent/ticker-posts

#Day 12 Seri Ramadhan 2018: LOST IN THE RAMADHAN SKY

By: M. Ridwan

Selain DIBAJAK para HIJACKERS, pesawat juga bisa keluar jalur. Bahayanya, sekian derajat saja menyimpang, maka alamat pesawat akan TERSESAT cukup jauh dari jalur utama. Ini pernah terjadi dengan pesawat  MH-370 yang keluar dari rute resminya  yang seharusnya menuju Tiongkok, namun malah berbalik menuju Samudera Hindia. Hilang.  


Sampai kini MH-370 tak ditemukan.  Puluhan trilyun dana dikeluarkan pemerintah Malaysia untuk mencari pesawat nan malang ini, namun tetap tak membuahkan hasil. Betapa pilunya keluarga yang ditinggalkan.

RAMADHAN 2018 pun bak pesawat terbang. Ia bisa keluar jalur mungkin karena kesengajaan PILOT, KENA BAJAK, atau sistem AUTO PILOT pesawat rusak. Uniknya, PESAWAT RAMADHAN keluar jalur tanpa DISADARI oleh PENUMPANG. 

Seseorang dikatakan keluar dari JALUR RAMADHAN bila ia tergoda untuk memilih destinasi lain. Misal, tergoda melakukan aktifitas selain Ramadhan lebih dominan. Makanya, tidak heran, kalau para ustaz sering mencermati berkurangnya saf sholat berjamaah di mesjid. Katanya, SEMAKIN HARI SEMAKIN MAJU jumlahnya. Atau membludaknya  PENGUNJUNG MALL dan PUSAT KUE. Info dari teman, kondisi ini kontras dengan JAMAAH MESJID di Timur Tengah. Disana, ketika mendekati akhir RAMDHAN jumlah orang ke mesjid semakin membludak. Kok bisa ya?

LOST IN THE SKY itu menyedihkan, apalagi LOST IN THE RAMADHAN. 
Kalau LOST IN THE SKY itu artinya pesawat kemungkinan jatuh, maka LOST IN RAMADHAN itu artinya ibadah tidak diterima Allah. Rugi sekali. Kalau derajat TAQWA tidak diperoleh, maka bakal banyak masalah mendera kita, minimal selama 11 bulan mendatang. 

Apa saja masalah yang bisa terjadi?

Misal, hidup akan menjad semakin susah. Orang bertaqwa dijanjikan Tuhan hidup yang mudah dan selalu ada jalan keluar. rtinya, kalau PUASA KITA gagal di tahun ini, maka alamat HIDUP KITA selama satu tahun ke depan pasti akan penuh dengan PROBLEM hidup. Logis, bukan?

Orang bertaqwa itu akan djamin Allah rejekinya. Mudah dan berkah.
Artinya, kalau Ramadhan tahun 2018 ini, gagal, maka rejeki kita bakalan SERET, SEMPIT dan SUSAH. Kalaupun mungkin dapet uang banyak, mungkin saja TIDAK BERKAH, banyak mudharatnya. Pernahkah disadari?

Kalau RAMADHAN 2018 kita gagal, maka dosa pasti tidak diampuni. Maka, semakin menumpuklah dosa-dosa itu. Bertambah dan semakin sulit dihapus. Lalu, apakah manusia masih bisa tertawa, selama satu tahun ke depan?.

Dan, kalau RAMADHAN 2018 ini GAGAL, maka pasti TIDAK ADA jaminan bahwa RAMADHAN TAHUN 2019 akan bisa dilakukan LEBIH BAIK. Tidak ada yang mampu menjamin kualitasnya. Dan, jangan-jangan UMUR kita pun mungkin saja berakhir di tahun ini saja?

Sorry ya guys,,,
Saya sedang menakut-nakuti DIRI SENDIRI lho, bukan Anda para pembaca yang BUDIMAN.
Saya sedang meresapi kata-kata ustaz yang saya dengar. Katanya, KOK BANYAK MANUSIA BEGITU PEDE DAN YAKIN bahwa tahun depan masih bisa berjumpa RAMADHAN? Ke ge eran...

I don't know, cuma berdoa
Moga PESAWAT RAMADHAN kita mampu dibawa kembali ke JALUR-nya. Menuntaskan misi RAMADHAN 2018 dengan HUSNUL KHATIMAH. Mencapai destinasi airport terdekat untuk kemudian melanjutkannya kembali di tahun depan. Insyallah...

Moga-moga,,Allah memberi kekuatan ke dalam hati ini. Amin
Wallahu a'lam..





  

Post a Comment

0 Comments