Ticker

6/recent/ticker-posts

For Facebookers: Pilih Syariat Versi Yang Mana? (Part 2)

By: M. Ridwan


Ini tulisan lanjutan kemarin ya....

Ketika sebuah gadget, seperti smartphone mau dilempar ke pasaran, ia harus mengalami serangkaian uji coba atau sering disebut Stress Test. Saya suka melihat berbagai stress test gadget di Youtube meski kadang ngak tega, sih. Ada yang dilempar dari ketinggian, digores dengan pisau, dibakar di api bahkan dilindas di ban mobil. Pokoknya, sadis...
Semakin bertahan, maka gadget itu semakin direkomendasikan untuk dimiliki.  

Iphone termasuk gadget yang sukses melewati serangkaian stress test tersebut. Misal, Iphone 6, dimana kacanya terbuat dari Saphine, digores pisau dan ditusuk pakai paku dan obeng, ngak lecet. Katanya, teknologi ini berbeda dengan Gorilla Glass ya. (Bukan iklan ya..)

Meskipun, akhirnya, semakin mampu bertahan, maka harga yang dibayar konsumen juga semakin mahal, tapi demi sebuah kualitas dan kepuasan demi memanjakan konsumen, produsen akan melakukan segala hal.
Maka, tepat sekali jargon yang berbunyi, "Ada harga, ada kualitas". Tak heran, banyak produsen yang niru-niru Iphone kan?...:). Dengar-dengar Xiomi Mi7 akan punya Notch juga, seperti Iphone X, katanya...Hehe... 

Kalaulah sebuah smartphone begitu detail dalam pengujian dan pengukuran kualitas, tentu, sebuah syari'at mengalami pengujian yang lebih hebat. Syari'at itu ibarat "gadget" manusia untuk hidup di dunia dan akhirat. So, jangan salah pakai gadget akhirat. Apalagi sampai ngak pakai "gadget" alias atheis gitu.

Sejak jaman nabi Adam sampai Muhammad, syari'at muncul silih berganti dan telah mengalami uji coba dan pengetesan di sana-sini. Kitab suci sebagai Manual Book syari'at-syari'at itu juga mengalami perbaikan dan disesuaikan Allah dengan jaman. Makanya, Kitab Zabur menggantikan Taurat. Injil menggantikan Zabur dan Alquran menggantikan semua kitab yang pernah ada di muka bumi. You got what I mean kan?

Nah, dari semua kitab yang ada, hanya Alquran yang berani mengklaim sebagai kitab terakhir dan paling sempurna. Alquran dengan tegas mengatakan bahwa ia adalah Manual Book sekaligus menutup syariat versi sebelumnya. "Keberanian" Alquran dengan klaim ini dibuktikan dengan ketiadaan cacat, bug atau errors di dalamnya, baik dari sisi penulisan, susunan, maupun konten dan pesannya.

Bayangkan, setelah lebih dari 1500 tahun sejak masa turunnya, Alquran tetap mampu menjadi kitab rujukan tanpa cacat. Padahal, banyak manusia telah mencoba memproduksi kitab tandingan. Alquran itu adalah miracle, mukjizat terhebat sepanjang jaman. Kehebatannya melebihi mukjizat Musa ketika membelah lautan atau ketika Isa menghidupkan orang mati. Itu sih mukjizat kecil.

Dulu, Musailamah Al-Kazzab mencoba membuat sebuah Puisi berjudul "Al-Difda' (Sang Kodok). Dia mengklaim, keindahan puisinya mampu mengalahkan Alquran.

Hasilnya?. Bukan pujian yang diterimanya, justru cacian dan ejekan yang diberikan orang Arab kepadanya. Kata mereka, puisinya sangat jelek, dan membuat bosan. Malu-maluin orang Arab saja. Ia kalah telak. Allah kok berani dia lawan....senewen ya..?

Maka, kalau mau coba, silahkan saja.
Lakukan juga serangkaian stress test atas Alquran.
Misal, tukar satu huruf di dalamnya, Lalu, klaim sebagai tambahan huruf.

Saya pastikan maka dalam hitungan detik, tambahan ini akan dengan mudah diketahui.
Tahu sebabnya? Karena selain tertulis rapi di mushaf, Alquran juga punya keistimewaan yaitu mudah dihafal. Cloud storage nya tidak semata-mata di mushaf. Ia juga berada di otak atau memori manusia. Kalau ada hack atau bruce attack akan mudah ketahuan. Dan dengan cepat dapat di-retrieve manusia di mana saja di muka bumi ini. Hebat, bukan?.

Saya jamin, hal di atas tidak akan mampu dilakukan oleh kitab lain.
Ingat, ada harga ada kualitas. Jangan malu mengakuinya. Kebenaran itu harus mengalahkan gengsi.

Nilai Alquran itu very very expensive. 
 Makanya, sangat pantas bagi seorang muslim untuk merasa kaya dan percaya diri. Tentengan kita adalah Alquran lho,,,Diproduksi di alam langit dan telah melampaui pengujian dari masa ke masa dan dirancang untuk masa depan. Alquran adalah "gadget dunia akhirat" yang sangat mumpuni dan perfect.....Stress Test nya luar biasa. Baik di langit maupun di bumi.
Masih berani menyia-nyiakannya?. Masih ngak mau mempelajari fitur lengkapnya? Masih suka membanggakan smartphone atau gadget murahan lainnya ? :)

Makanya, saya ber-husnuzzan pada orang yang mengaku tidak paham syariat Islam.
Mungkin, ia melihat fitur syariat Islam dari casing semata.
Mungkin ia menyangka bahwa syariat Islam berat dilaksanakan, merepotkan dan membebani.
Kita maklum. Mungkin ia tidak mengetahui how expensive Alquran is...Betapa mahalnya Alquran itu...

Analoginya, sama seperti seorang seoraang Generasi Old yang kesulitan menggunakan Iphone X yang penuh fitur itu. Mungkin, selama ini, ia hanya menggunakan handphone jadul. Kegunaannya pun terbatas hanya untuk SMS dan telepon.

Nah, karena ngak, paham, dia lalu bilang, "Iphone itu merepotkan, fiturnya ngak bisa dipahami. Membawanya membebani, membosankan" dan seabrek komplain lainnya.
Padahal, bagi Generasi Now,  biasa aja tuh. Ngak ada masalah dengan Iphone X, Mereka sangat lihai pencet sana-sini. Fiturnya digunakan maksimal. Whtat's wrong Old Man?

Maka, kalau mau tahu kegunaan sebuah fitur, bacalah Manual Book-nya, tanyakan pada ahlinya.
Dan, tentunya jangan lihat siapa yang menentengnya.

Jangan pula, gara-tidak suka dengan gaya seseorang pengguna Iphone. Lalu kita katakan, bahwa semua merek Iphone itu jelek. Padahal, jelas-jelas, Iphone itu tidak berdosa.
Atau, jangan gara-gara, seseorang menggunakan Iphone tidak pada tempatnya, misalnya digunakan untuk penipuan, melempar kucing, lalu kita mengatakan bahwa Iphone itu penipu dan suka menyakiti kucing.
Padahal, jelas-jelas yang salah penggunanya. Kok, Iphone yang jadi saasaran?

Seperti itulah yang sering terjadi pada Syari'at Islam.
Seperti itulah orang memandang Alquran.
Penilaian yang terjadi, sering tidak pada tempatnya.
Bisa saja, gara-gara pengguna Alquran yang salah menempatkan atau salah tafsir justru Alquran yang mendapat imej negatif.

Maka kita akrab dengan istilah Islamphobia, Alquranphobia atau syariatphobia, yaitu ketakutan tak beralasan hanya karena ngak paham fitur.
Maka, jangan cepat menilai, pelajari saja dulu fiturnya. Nanti malah kesengsem berat lho.
So,,Cerdaslah...Iblis sangat senang hal ini terjadi. Mereka punya produk saingan bukan?

Moga itu tidak terjadi pada diri kita. Amin .....
Wallahu A'lam

Post a Comment

0 Comments