Ticker

6/recent/ticker-posts

Day#28 Seri Syawal 2016: WIEF 12: Dari Indonesia Untuk Kemakmuran Dunia

By: M. Ridwan

Perhelatan akbar World Islamic Economic Forum (WIEF) telah dibuka kemarin di Jakarta, Indonesia. Acara ini sangat prestius karena mengumpulkan lebih dari 2 ribu delegasi dari 69 negara dunia.  Indonesia mendapat kesempatan emas menjadi tuan rumah kali ini. Direncanakan berlangsung dari tanggal 2-4 Agustus 2016 ini. Kemarin, terlihat presiden Jokowi dan PM Malaysia Sri Mohd Najib Tun Abdul Razak membuka acara ini.

Tema kali ini sangat kira cukup mengena, prestius dan mengena yaitu tentang desentralisasi pertumbuhan dan memberdayakan bisnis masa depan dimana penekanan pada UMKM menjadi hal utama. Banyak isu yang diangkat seperti sukuk, sektor halal dan integrasinya dengan lembaga keuangan syariah, perluasan industri makanan halal global, perkembangan industri fashion muslim (modest fashion) global, peningkatan akses pendanaan bagi UMKM, integrasi UMKM ke dalam ekonomi digital, peningkatan inovasi dengan menghubungkan startups dengan perusahaan, dan penanaman budaya desain-pemikiran (design-thinking) untuk bisnis. Banyak sekali.

Tak lupa, forum ini juga akan membahas tentang industri kreatif, wisata Islam dan pasar makanan halal yang juga akan memperoleh manfaat dari pesatnya pertumbuhan ekonomi Islam. Potensi tersebut tidak hanya terbatas pada dunia Muslim, tetapi dapat lebih berkembang melalui kemitraan yang lebih luas dengan Komunitas internasional.

WIEF ke-12 ini hebat sekaligus berhasil memposisikan Indonesia menjadi negara yang cukup diakui keberadaannya dalam perkembangan ekonomi dunia khususnya negara-negara muslim.

Oh ya, saya mencatat ada satu pesan yang mengemuka di acara 3 hari ini terkait dengan dunia UMKM. Apa itu? Tentu tidak lain adalah digitalisasi UMKM yaitu bagaimana UMKM didekatkan dengan teknologi informasi. Istilahnya adalah digital economy.

Bukan sebuah rahasia umum, bahwa UMKM memang memiliki kelemahan dalam berbagai hal misal pengakuan dalam mutu, kualitas, dan standard secara internasional, serta terkoneksi dalam jaringan bisnis maupun investor regional maupun global. Untuk itu, gagasan digitalisasi UMKM itu memang sesuatu yang pada tempatnya. UMKM yang terkoneksi dan berkembang merupakan harapan kita.ini,

Dalam WIEF 12 ini, Indonesia mau mengajak dunia untuk bersama-sama memakmurkan bumi. Salah satu caranya ya dengan memperkuat sektor UMKM yang terbukti berperan besar dalam menyerap tenaga kerja dan peningkatan ekonomi. Di indonesia, lebih dari 100 juta diserap UMKM yang memberikan kontribusi 60% bagi PDB Indonesia. Keren bukan?. Bahkan 99% bisnis di Indonesia adalah bercorak UMKM.

Kita berharap bahwa WIEF 12 ini dapat memberikan kontribusi bagi dunia. Kita patut bangga bahwa acara ini diadakan di Indonesia dan tentu saja very exited karena acara ini juga semakin mengukuhkan eksistensi ekonomi Islam sebagai jalan keluar permasalahan ekonomi dunia terlepas masih adanya segelintir pandangan pesimis melihat eksistensinya.

Kalau bukan Indonesia yang membuktikan, lalu negara mana lagi yang akan kita jadikan model pengembangan ekonomi Islam dimana UMKM menjadi kebanggaannya? Wallahu a'lam

Post a Comment

0 Comments