By: M. Ridwan
Diskusi malam tadi cukup asyik. Bersama adikku, Fauzi, kami membedah sejarah dunia. Diskusinya sih, awalnya ringan saja. Fauzi membentangkan bola dunia di layar komputer 48 inchinya. Dengan memanfaatkan Encarta Encyclopedia, ia membentangkan timeline sejarah dunia. Encarta juga termasuk aplikasi favorit saya. Saya melakukan "hunting" aplikasi ini dari sejak tahun 1998 lalu. Sayang, versi terakhirnya cuma sampai tahun 2007. Entah apa yang menjadi penyebab Microsoft menghentikan release-nya.
Fauzi, mengawali diskusi dengan menyatakan bahwa informasi tentang masa kehidupan Adam sebenarnya layak dikoreksi. Menurut sejarah, Adam diperkirakan hidup sekitar 12 ribu tahun lalu. Nah, info ini, menurutnya salah. Menurut analisis karbon dari bebatuan di Gunung Padang, ternyata usia peradaban itu lebih dari 35 ribu tahun lalu. Artinya, masa Adam hidup lebih lama dari yang diperkirakan. Who knows?
Diskusi kami lalu berkembang. Ke sana ke mari. Ngalur ngidul. Dari mulai membahas benua Asia, Afrika, Eropa sampai ke Antartika. Asyik sekali, karena diskusinya berbasis multimedia dan interaktif.
Kami membahas rute penaklukan Konstantinopel oleh Muhammad al-Fatih, sisa-sisa kekaisaran Romawi dan Persia, sampai kepada struktur lempeng bumi yang selalu bergerak. Kami juga membahas tentang miskinnya produksi lagu anak-anak seperti era 80-an sehingga tidak heran jika pikiran dan karakter anak Indonesia seperti sekarang. Dewasa sebelum waktunya. "Matang Semu", seperti yang saya tulis di blog ini sebelum-sebelumnya.
Tidak ketinggalan, kami juga membahas tentang rute Vandee Globe. Itu lho, kompetisi perahu layar Solo mengelilingi dunia dengan rute dimulai dari Perancis, menyusuri Samudera Atlantik, Hindia, Antartika dan kembali ke Perancis sebagai titik awal. Kompetisi ini luar biasa berat karena para peserta tidak mendapatkan bantuan apapun dari manusia di darat. Mereka harus bisa bertahan hidup menerjang lautan ganas, dingin dan bergelombang bak gunung, sendirian pula. Ada sekitar 36 peserta yang ikut serta.
Saya sudah tidak sabar menantikan kompetisi yang dilaksanakan di bulan November tahun 2016 ini. Menariknya, dari situs resminya, saya lihat China rencananya akan ikut nimbrung di tahun ini. Wah, pantasan mereka berani masuk ke laut Natuna. Pelaut mereka sudah hebat sih.
Bagaimana pelaut Indonesia? Sorry, sepertinya masih belum ada yang "berani" ikut serta. Mungkin, hanya nenek moyang kita sajalah yang pelaut ulung itu, ya,,bukan generasi kita hehe...Makanya, kita diam saja melihat kapal China berseliweran di laut Natuna. Ayo, siapa berani membantah?
Beberapa orang tua yang hadir, juga ikut nimbrung mengomentari diskusi tadi malam. Komentarnya lucu-lucu juga.
Misal, ada yang bertanya tentang sejarah LGBT dari masa ke masa sampai peran Iblis merekayasa syahwat menjadi komoditas. Karena hasrat cinta sejenis ternyata "katanya" diperkenalkan oleh Iblis yang menyamar menjadi pemuda ganteng dan sekaligus wanita cantik. Dari mana sumbernya ya?
Pokoknya, seru.
Ternyata banyak info dunia yang bisa kami eksplorasi tadi malam, bersama-sama. Kesimpulannya, bahwa bumi ini ternyata menyimpan banyak misteri yang tidak kita ketahui. Padahal, itu baru bumi yang kecil ini, lho. Belum lagi tentang universe yang maha luas ini.
Bumi ini sangat kecil. Bandingannya dengan galaksi di alam semesta adalah seperti setitik debu di bumi. Kendati demikian, bumi inipun masih terlalu luas untuk manusia. Lautan yang seluas 2/3 dari bumi ini masih banyak yang belum dieksplorasi manusia. Konon pula alam semesta.
Dari sinilah, pertanyaan tentang hakikat manusia menyeruak. Who we are? Atau Who I am, adalah pertanyaan manusia dari masa ke masa.
Syukurlah, saat ini, kita mudah mendapatkan jawabannya. Kita dibantu oleh orang-orang sebelum kita. Kita bisa meminjam catatan Ibrahim ketika mencari Tuhan. Kita tahu info Musa ketika berbicara dengan Tuhan. Kita bisa meniru Fir'an dan Qarun jika ingin jadi penguasa zalim atau sosok arogan, lho?.
Bahkan kita tahu seperti apa struktur surga dan neraka serta alam langit dan penghuninya berdasarkan berita dari berita perjalanan Isra' Mi'raj Rasul. Saya menyebutnya Prophetic Encyclopedia atau Revealed Encyclopedia. Ensiklopedi Kenabian atau kewahyuan. Lebih keren dan lengkap. Semuanya membantu manusia dalam perjalanannya menuju keabadian.
Jawaban tentang siapa kita dengan mudah ditemukan dalam Alquran yang dengan tegas menyebutkan bahwa manusia adalah khalifah Allah (vicegerent of Allah). Kita adalah pengemban amanah dan pemakmur alam. So, jangan merusak.
Kita juga terikat janji dengan-Nya. Janji yang pelaksanaannya sebenarnya berat sehingga langit dan bumi pun tidak sudi mengemban. Namun dengan self confident yang tinggi, manusia merasa enteng memegangnya.
Dialog tadi malam sebenarnya ringan dan santai saja. Diwarnai tawa dan protes anak-anak yang tidak bisa berkaroeke ria. Dialognyapun tidak tuntas karena para "pesertanya" terlanjur mengantuk.
Tapi, pertanyaan tentang "Who We are" memang seharusnya terus digaungkan. Supaya terus ingat, sih.
Pertanyaan inipun seharusnya dirangkai apik dengan pertanyaan lain seperti, "Where will we go and how to reach that destination?".
Kita harus menyelesai misi dunia ini kendati ombak dan badai menerjang. Kita harus menyelesaikan pelayaran kita sendiri. Mengarungi samudera kehidupan yang biasanya ganas tidak bersahabat dan sering juga tenang menghanyutkan. Ya, samalah seperti kompetisi perahu layar Vandee Globe 2016 dengan tujuan mengelilingi dunia, yang beberapa bulan lagi akan dimulai. Saksikan yuk...Jangan lupa.

0 Comments