Ticker

6/recent/ticker-posts

Surat Cinta Untuk Rohingya

By: M. Ridwan

Dear saudara kami warga Rohingya...

Kami tuliskan surat ini untukmu dari sebuah negeri "makmur" bernama Indonesia, -negeri dengan populasi muslim terbesar dunia. Kami tuliskan surat ini, kendati kami tak tahu pasti apakah surat ini akan sampai di tangan kalian, yang mungkin telah penuh dengan luka dan darah yang -jangankan memegang gadget seperti kami, untuk hidup esok saja kalian tak tahu pasti.

Namun, biarlah coretan ini kami tuliskan. Biarlah kami menangis dari kejauhan menyaksikan derita demi derita menghampiri kalian. Mungkin airmata kalian telah kering karena kepiluan menyaksikan satu persatu keluarga tercinta meregang nyawa, diterjang timah panas dan kematian, sedangkan kami di sini hanya mampu terpekur, diam dan masih bertengkar, tentang siapa salah dan benar. Maafkan kelemahan kami saudaraku...

Saudaraku,
Pedih hati ini merasakan derita yang kalian alami. Tak kuasa mata ini membaca berita kematian bocah-bocah tak berdosamu atau ratusan orang yang berjuangan dengan maut di Sungai Naf dan rawa-rawa yang penuh ular berbisa dan ganas menuju Bangladesh, negeri yang sama sekali tak mengharapkan kedatanganmu.

Anak anak kami pasti tidak pernah merasakan sakitnya siksaan seperti yang dilakukan militer Myanmar. Entah mengapa, mereka begitu membenci kalian. Setan apa yang merasuki mereka sehingga tega memenggal dan membakar hidup-hidup bocah tak berdosa, putera puteri kalian tercinta?

Anak-anak kami pasti tak menyangka bahwa cerita kepiluan itu nyata. Selama ini mereka hanya tahu cerita film dan TV semata. Anak-anak kami banyak dinina bobokan oleh media picisan semata. Di sihir artis Korea dan segala tawaran hedonis dunia. Anak-anak kami jarang tahu kenyataan hidup, dan pahit getirnya.

Sehingga, mereka tentu tidak pernah merasakan hidup tanpa harapan, atau hidup di negeri yang tidak mengharap kehadiran mereka seperti dialami anak-anak kalian putera-puteri Rohingya. Atau, jangan-jangan,anak-anak kami akan menggeleng tak tahu ketika ditanya, dimanakah Rohingya berada?

Entahlah sahabat,
Kami tidak tahu, mengapa tentara Myanmar itu begitu bernafsu melenyapkan kalian dari muka bumi ini? Apakah karena kalian memiliki kulit gelap dan tidak sama dengan etnis lain? Apakah karena kalian memiliki keyakinan berbeda dengan mayoritas warga Myanmar?. Apakah karena kalian berasal dari Bangladesh, negeri yang kini juga tak mengakui kalian berasal darinya.  Lalu, siapakah pemilik kalian sebenarnya?

Ketahuilah saudaraku, bukan salah kalian menjadi warga Rohingya. Bukan kemauan kalian dilahirkan di Myanmar, negeri durjana yang katanya banyak penyebar cinta kasih itu. Bukan pula dosa kalian ketika tanah bumimu mengandung kekayaan alam dan diperebutkan manusia sebagai jalur gas dan minyak. Bukan, itu bukan dosa kalian.

Kalian hanyalah korban kebengisan manusia yang rela menukar hatinya dengan angkara murka. Kalian adalah ujian bagi kami, apakah hati ini masih bisa bergetar dengan derita kalian? Apakah hati kami masih bisa selembut sutera dan seputih salju?. Apakah tawa kami masih tetap terbahak seolah dunia tak ada masalah?. Apakah anak-anak kami akan memiliki daya juang seperti anak kalian?

Sahabat kami, warga Rohingya,
Maafkan kami jika tak mampu menolongmu dengan nyata. Maafkan kami jika sebagai manusia kami masih tak mampu keluar dari belenggu tatakrama bernegara, bertetangga dan etika kesantunan internasional yang sebenarnya sudah usang karena terus-menerus dilanggar oleh pemilik kuasa?

Sahabat kami Rohingya..
Kalian masih memiliki Allah. Dialah pemilik jiwa dan kehidupan kita termasuk sejengkal bumi yang diperebutkan para manusia terkutuk itu. Tapi, maafkan kami yang hanya mampu memanjatkan doa saja, bahkan mungkin pula tak diijabah Tuhan karena keluar dari lisan yang masih penuh dosa?
Muslim Rohingya yang tercinta,
 
Kami tuliskan surat cinta ini dalam suasana Idul Adha nan gembira.
Terima kasih atas pelajaran yang kalian berikan kepada kami. Di saat kami masih belajar tentang apa itu pengorbanan, kalian justru menunjukkan kepada kami pengorbanan terbesar yaitu jiwa raga kalian. Di saat kami memaknai pengorbanan dengan hanya gembira dan mungkin gaya, kalian justru mengajari kami pengorbanan sejati yang lahir dari perihnya hati. Kalianlah Ibrahim, Hajar dan Islamil yang sebenarnya..

Hanya Allah penolong, kalian,saudaraku,
Doa orang terzalimi akan menggetarkan Arasy. Jarak kalian dengan Tuhan begitu dekatnya. Maka doakanlah kami yang selama ini mungkin lalai dan selalu menjauh dariNya. Kamilah yang membutuhkan doa itu, saudaraku, Amin Ya Allah.

Ni'mal maula wa ni'man nasir.



Post a Comment

0 Comments