Ticker

6/recent/ticker-posts

Indonesian Dreams: Kemanakah Pergimu?

Oleh: M. Ridwan

Jika Anda bermimpi menjadi dapurnya dunia (The Kicthen of The World), maka itu pasti bukan mimpinya Indonesia. Menjadi dapur dunia adalah mimpinya Thailand dan mereka hampir berhasil. Terbukti, sumber makan Indonesiapun sangat tergantung kepada Thailand.

Jika warga negeri ini ada yang punya keinginan untuk menjadi makmur sama seperti Swiss dengan income perkapita $46.430, maka itu bukanlah mimpinya Indonesia. Itu adalah adalah mimpi Singapura dan mereka juga berhasil karena menjelang MEA 2015 ini, income perkapita mereka telah mencapai $51.000. Jumlah ini 11 kali lebih banyak dari Indonesia yang hanya berjumlah $4.700. Bahkan, dibandingkan Indonesia, Malaysia lebih unggul 3 kali lipat yaitu $13.000.

Atau, jika ada warga negeri ini yang bermimpi mengalahkan Jepang, jelas itu juga bukan mimpi Indonesia, karena mengalahkan Jepang adalah mimpi negara Korea dan mereka berhasil. Terbukti, Korea telah menjadi kiblat dunia. Lihat, betapa gandrungnya kita terhadap apapun berbau Korea, dari mulai gadget sampai dengan mode rambut, sinetron bahkan musik.

Atau jika Anda yang bermimpi untuk menjadi negara yang lebih kuat dan makmur dan mewujudkan kesempatan bagi warganya untuk mewujudkan impiannya, maka setahu saya, itu adalah mimpinya China atau sekarang lebih dikenal dengan Tiongkok. Bahkan, ada sebuah buku berjudul “ The Chinese Dreams: The Rise of The world’s largest Middle Class and what It Means to You” yang menceritakan bagaimana pertumbuhan kelas menengah di China begitu pesatnya.  China telah menjadi keajaiban dunia. Semua produk mereka membanjiri dunia bahkan sampai ke luar angkasa.

Lalu, apa mimpi Indonesia?

Apa mimpi para petani, guru, pelajar, mahasiswa, perempuan, dokter, tentara, polisi, politisi, seniman, bankir, pengusaha, atau para pemimpin terhadap negeri ini?. Maksud saya, bukan mimpi pribadi, tapi mimpi bersama, sesama anak negeri.

Iseng-iseng, saya mencoba mengetik kata “Chinese Dreams” di mesin google. Saya cukup terkejut   karena jumlah pencariannya mencapai 78 juta pencarian. Sedangkan, kata “Singapore dream” mencapai 67 juta pencarian. Lalu  Indonesia?. Tidak usah khawatir, jumlah pencarian untuk keyword “Indonesia Dreams” lumayan banyak yaitu 36 juta pencarian. Artinya dalam keyword bahasa inggeris, kata “Indonesia Dreams” cukup diminati. Tapi, silahkan ketik “Mimpi Indonesia”, “Visi Indonesia” atau “Misi Indonesia”.  Mengejutkan, karena jumlahnya hanya sekitar 800-900 ribuan pencarian per kata. Ini berarti, bahwa pencarian dengan kata “mimpi Indonesia” yang pastinya berasal dari Indonesia ternyata sangat sedikit atau   kurang diminati. Kesimpulannya, warga Indonesia sendiri mungkin tidak berminat mengetahui apa mimpi Indonesia :)

Kesimpulan saya mungkin terlihat lucu. Apalagi, ini bukan berdasarkan riset ilmiah menggunakan berbagi metode riset. Ini pure dari google saja. Anda mungkin paham, bahwa para pebisnis e-commerce biasanya sangat sensistif dengan keywords. Artinya, jumlah keywords yang banyak akan menarik minat mereka memasang iklan atau promosi terkait kata itu. Nah, jika keyword “mimpi Indonesia” tidak begitu banyak di mesin pencarian, maka dipastikan mereka juga tidak akan menggunakan keyword ini untuk promosi.

Atau, saya punya kesimpulan yang lebih tragis (tidak ada kesimpulan jenis ini dalam riset, lho). Mudah-mudahan salah, bahwa, kita mungkin tidak pernah mengetahui sama sekali apa mimpi Indonesia ini. Mungkin pula, seperti yang sering dikatakan orang, bahwa mimpi kita mungkin tidak sama melihat negeri ini kendati berada di tempat tidur yang sama. Sakitnya tuh di sini….:)

Akhirnya, saya mencoba keras mengingat kembali alinea ke IV Pembukaan UUD 1945 yang sering dibaca ketika peringatan upacara nasional, “Kemudian daripada itu, untuk membentuk suatu pemerintahan negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia  dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial……”. Inikah mimpi yang tak lagi menarik bagi warga negeri ini? Entahlah…


Post a Comment

0 Comments