Ticker

6/recent/ticker-posts

Brenton Tarrent: Dia Tidak Tahu Sedang Membenci Siapa

By: M. Ridwan

Brenton Tarrent adalah pembunuh kejam berhati Iblis, berasal dari Australia. Ia tega merengut nyawa puluhan Muslim, tak berdosa, justru ketika mereka sedang melaksanakan sholat Jumat, di mesjid Al-Noor dan Linwood, Selandia Baru. Tindakannya pengecut dan barbar. Entah setan apa yang merasuk pikirannya. Kebencian seperti apa membungkus hatinya. Bahkan, seekor binatangpun tak akan mampu melakukannya. Tak heran, jika Tuhan menyebut bahwa manusia bisa melampaui kebengisan binatang, jika hatinya telah tertutup. Tarrent adalah buktinya. Sayangnya, jumlah manusia seperti ini mungkin tidak sedikit di dunia.  

Selidik punya selidik.

Aksi sintingnya didasarkan pada manifesto The Great Replacement yaitu semangat neyeleneh atas nama “Supremasi Kulit Putih” terhadap manusia lain. Gerakan ini membentuk kelompok bernama Ektremis Sayap Kanan, yang tersebar di seluruh dunia. Diinspirasi rasa benci terhadap minoritas mereka tak segan membunuh para imigran berkulit warna seperti Afrika, Yahudi, India, dan tentunya Muslim. Superior kok merasa terancam, aneh bin ajaib. Gerakan Islamphobia adalah produk dari mereka. Kini, kita tahu, biang keroknya.   

Maka, kita setuju dengan apa yang disampaikan PM Selandia Baru, Jacinda Ardern, bahwa serangan terhadap dua mesjid ini adalah serangan teroris terencana. Kalangan lain menyebut bahwa apa yang terjadi di Selandia Baru menunjukkan bahwa teroris tidak berwajah tunggal. Selama ini teroris sering dipersepsikan sebagai muslim yang berwajah Arab atau pernah berlatih di negeri konflik Timur Tengah. Ternyata tidak sama sekali. Silahkan hapus persepsi itu.

Kini tugas semua negara, tak terkecuali di Indonesia harus mewaspadai apa yang disebut sebagai local terrorist, atau lone-wolf terrorits yaitu teroris yang lahir dalam sebuah negara. Keberadaan mereka bisa dipicu rasa sentimen atau kebencian tak beralasan. Mereka tidak merepresentasikan agama karena tak ada agama yang menyuruh membunuh manusia lain.

Untukmu Brenton Tarrent, dan para pendukungnya, sadarkah, siapa yang kalian benci?

Kalian membenci orang yang tulus ikhlas menyembah Tuhannya. Membenci orang yang mengajarkan cinta kasih. Silahkan baca Alquran yang mungkin kalian benci. Tak ada satupun ada ayat yang mengajarkan muslim untuk melakukan kekerasan. Kecuali kalian mendapatkan informasi dari sumber yang salah tentang Islam.

Muslim itu cinta damai, tanyakan kepada semua penganut Islam dimanapun berada. Muslim diperintahkan untuk berbelas kasih kepada manusia, bahkan kepada alam. Percayalah, bahwa pelaku teror yang meneriakkan Allahu Akbar ketika meledakkan dirinya, sama sekali bukan mencerminkan ajaran agama Islam yang benar. Ketahuilah, itulah adalah lafaz mengagungkan Tuhan yang tak pantas digunakan untuk membunuh orang lain. Kalian, pasti mendapatkan informasi yang salah tentang kata takbir Allahu Akbar itu. Kami sebagai muslim menjadi korban terus-menerus dari aksi teroris yang itu.

Untuk Brenton dan pendukungmu.

Apakah kalian benci melihat muslim yang menjalankan agamanya dengan teguh? Apakah kalian risih melihat kaum muslim mengenakan hijab atau jilbab atau memanjangkan janggut. Bukankah mengenakan penutup kepala dan janggut juga dilakukan warga Eropa dan dunia lainnya? Mengapa kalian hanya membenci kaum muslimin?. Apakah mereka ada menganggu kehidupan kalian?. Tidak ada bukan?

Mungkin kalian tidak suka dengan larangan minum keras, kumpul kebo, penyimpangan seksual dan makan riba seperti yang dipraktikkan penduduk Barat. Bukankah semua penduduk bumi yang waras pasti melarangnya?. Apakah kalian tidak membaca sejarah Eropa yang mengharamkan riba. Lalu, dimana salah kaum muslim?. Bukankah ajaran Islam bertujuan baik, menyelamatkan manusia dari kerusakan yang dibuatnya sendiri?. Silahkan buka semua kitab suci, kalian akan lihat bahwa Tuhan membenci prilaku mesum, mabuk, atau riba. Lalu, kalian memegang kitab yang mana?

Kalau kalian tidak bisa menjelaskan itu, tak salah jika kami katakan bahwa kalian adalah pembunuh berdarah dingin. Kalian adalah musuh kemanusiaan. Kalian tidak sedang menegakkan kehebatan kulit putih. Kalian menegakkan kesombongan dan kebiadaban. Kalian layak menjadi musuh kami semua, bukan hanya musuh umat Islam. Kalian tidak berniat baik dengan semua penduduk bumi. Kalian hendak memicu peperangan dan kebiadaban.  Tapi, kami penduduk bumi akan bersatu melawan kalian.

Moga tidak ada Brenton lainnya di bumi ini.

Tuhan lindungilah kami. Amin.



Post a Comment

0 Comments