Posts

“The Living Professor” (Mengenang Wafatnya Prof. Dr. Djakfar Siddik)

Image
By: M. Ridwan “Tugasku Sudah Kuselesaikan. Esoklah baru sama-sama kita saksikan” (Prof. Djakfar Siddik) Berita menyedihkan datang di hari Minggu kemarin. Professor Djakfar Siddiq telah berpulang ke rahmatullah, setelah beberapa berjuang menghadapi sakit yang dideranya. Di jagat online dan offline, kita mengenalnya dengan panggilan Pakcik Djakfar atau Pakcik Jas. Sebagian lain memanggilnya dengan Bang Jas. Sebutan itu sekaligus menunjukkan bahwa beliau menyabet dua karakter, yaitu berjiwa muda dan berilmu, kendati umurnya juga sudah tidak muda lagi. Kematian selalu menjadi misteri, sampai akhir masa. Kapan, dimana dan bagaimana kematian menghampiri seseorang takkan pernah diketahui, kecuali oleh Allah, Sang Pencipta Kehidupan dan Kematian itu sendiri. Manusia hanya menerima dan memaknainya saja. Harusnya pula, ia menambah kebaikan, kebaktian untuk Tuhan dan kemanfaatan untuk kehidupan. Seperti yang terjadi kepada Pakcik Djakfar kemarin. Pakcik Jas adalah sosok fenomenal. Sem...

The Real Avengers

Image
By: M. Ridwan Siapa yang tak kenal Avengers?. Itu lho, kumpulan jagoan besutan Marvel yang melegenda. Ada Iron Man, Thor, AntMan, Wasp atau Hulk. Eit, bukan itu saja. Tokoh itu adalah Avengers generasi pertama dan dianggap penggagas berdirinya club orang super itu. Ada juga tokoh generasi kedua, seperti Captain America, Black Widow, Hawkeye, Falcon, Spider Man, The Vision, Scarlet Witch atau Quicksilver. Banyak yang lain sih…Saya lupa…Atau, kalau anda mau “berkenalan”, silahkan saja tonton filmnya ya. Lho? Ternyata film toh.  Yes, The Avengers hanya hidup di dunia khayal alias komik yang sebagian besar sudah diangkat di dunia film. Pencipta tokohnya adalah   Stan Lee yang memulai debutnya di tahun 1941 dan wafat di tahun 2018 ini, tepatnya 12 November 2018 lalu. Barusan saja guys . Moga Tuhan mengampuninya. Meskipun hebat dan perkasa, tentu saja, Anda tidak bakalan menemukan Avengers di dunia nyata. Anda pasti tidak bakalan menemukan manusia yang bisa terbang ...

MAULID VERSI 4.0

Image
By: M. Ridwan Saya menyebutnya MAULID VERSI 4.0 yaitu menelusuri jejak Rasul SAW dengan menggunakan teknologi informasi.     Caranya? Silahkan install aplikasi Google Earth di smartphone Anda. Bisa juga dengan menggunakan browser Chrome. Tentunya, pastikan paket data internet ada ya 😊 . Setelah aplikasi Google Earth terinstal dengan baik dan dijalankan, langsung ketik pencarian kata Saudi Arabia atau Mekkah. Google Earth akan membawa kita dari Indonesia menunju Arab Saudi. Keren lho,,buminya berputar membawa kita ke Ajzirah Arab. Jangan kaget, ketika sampai Saudi Arabia, kita akan menemukan area yang berwarna putih kecoklatan. Itu artinya, daearh dengan sedikit   pohon hijau dan didominasi padang pasir. Sangat berbeda dengan pulau Sumatera atau Jawa yang masih hijau itu. Oh, ya, pastikan Anda mengaktifkan mode 3D, supaya hasil pencarian terlihat natural , layaknya menuruni jalan dan gunung-gunung di Arab. Pasti keren. Tentu saja, perhatian utama harus...

DEMATERIALISASI TANPA SPIRITUALISASI? (Bag. 2)

Image
By: M. Ridwan Jika pada akhirnya, apa yang terjadi di dunia ini adalah proses DEMATERIALISASI alias berubahnya materi menjadi RASA, maka wajar manusia bertanya, apa sih yang dicari dalam hidup ini?. Untuk apa ya ngenet, update status di medsos?, posting gambar selfie atau saling bully juga :). Untuk apa timses itu sibuk promosikan calonnya? Untuk apa pula para pendukung bersitegang urat leher, padahal yang dijagokan pun tak kenal pendukungnya?:). Masuk akal gak jika nanya gitu ? Manusia mendefnisikan apa yang dicarinya dengan beragam kata, misal KENYAMANAN. Ada yang menyebutnya dengan KEPUASAN, ada pula dengan sebutan KEBAHAGIAAN atau KEMENANGAN.. Kalangan ekonom menyebutnya dengan UTILITAS. Satuannya disebut UTIL.   Lucu ya,,,:) Oh, ya, Tuhan juga memberi ganjaran dengan sesuatu yang tak terlihat. Namanya PAHALA, tak kasat mata pula, tapi bisa dirasa. Dia memberinya karena ada KEBAJIKAN yang juga tak terlihat tapi terasa. Demikian juga DOSA, sebagai hasil keburukan. W...

DEMATERIALISASI TANPA SPIRITUALISASI? (Bag. 2)

Image
By: M. Ridwan Jika pada akhirnya, apa yang terjadi di dunia ini adalah proses DEMATERIALISASI alias berubahnya materi menjadi RASA, maka wajar manusia bertanya, apa sih yang dicari dalam hidup ini?. Untuk apa ya ngenet, update status di medsos?, posting gambar selfie atau saling bully juga :). Pernah nanya gitu gak ya? Manusia mendefnisikan apa yang dicarinya dengan beragam kata, misal KENYAMANAN. Ada yang menyebutnya dengan KEPUASAN, ada pula dengan sebutan KEBAHAGIAAN. Kalangan ekonom menyebutnya dengan UTILITAS. Satuannya disebut UTIL.   Lucu ya,,,:) Oh, ya, Tuhan juga memberi ganjaran dengan sesuatu yang tak terlihat. Namanya PAHALA, tak kasat mata pul, tapi bisa dirasa. Dia memberinya karena ada KEBAJIKAN yang juga tak terlihat tapi terasa. Demikian juga DOSA sebagai hasil keburukan. Wujudnya tak tampak bukan?. Katanya sih, gara-gara, pahala dan dosa gak kelihatan, maka manusia gak berambisi banget mengejarnya...wah......

DEMATERIALISASI TANPA SPIRITUAL?

Image
By: M. Ridwan Kalau dipikir-pikir. Layak kita bertanya, untuk apa sih lakon hidup seperti ini kita jalani?. Ada seorang Bapak yang stress karena anaknya nunggak SPP sekolah. Ada pemuda muda yang bingung mempersiapkan pernikahannya. Ada pula caleg yang menghitung-hitung biaya pembuatan kartu nama dan alat peraga. Dahinya mengertit, ternyata mahal. Ada pula timses sibuk mensosialisasikan jagoannya sebagai calon paling layak pilih. Segala tindak tanduk jagoannya di matanya tak tercela. Sebaliknya, segala aib mungkin adalah milik lawan tanding semata. Tiba-tiba hanya ada dua kategori di negeri ini, lue pilih jagoan gue, atau calon sono?. Pliz, jujurkah kita, apakah hati ini nyaman dengan situasi hitam putih dan kebiasaan baru bernama saling menggunjing dan menjatuhkan?. Apakah kualitas hidup kita tidak semakin rendah setiap paginya membaca berita dan konten yang merendahkan orang lain?. Kita sebagai manusia JAMAN NOW memang menghadapi kondisi riskan yaitu DEMATERIALI...

Melihat Nasionalisme Bangsa Dari Nama Mesjid di Indonesia

Image
Oleh: M Ridwan Nasionalisme bangsa Indonesia ternyata dapat dilihat dari nama-nama mesjid di Inodesia. Setidaknya, itulah informasi yang diberikan oleh Ustaz Jazir, Ketua BLM Mesjid Jogokarian yang terkenal itu. Menurutnya, sebagaimana diungkap dalam video yang tersebar di YouTube, bahwa mesjid di Indonesia memiliki akar sejarah yang kuat terkait kemerdekaan termasuk jiwa nasionalisme bangsa. Adalah Presiden Soekarno sebagai Presiden Pertama RI menjadi ikon bagi pembangunan mesjid-mesjid ikonik Indonesia. Ternyata, Presiden Soekarno tidak hanya terlibat dalam inisiasi mesjid, namun juga menjadi tokoh penggerak dan pencetus nama mesjid yang ada. Presiden ini sangat cinta mesjid dan memprakarsai pendiriannya dengan semangat. Ada 4 (empat) mesjid yang akan kita lihat yaitu, mesjid Syuhada di Yogyakarta, Mesjid Istiqlal di Jakarta, Mesjid Baiturrahim di Istana Negara dan Mesjid Salman di kampus ITB Bandung. Penulis mencoba mencari sejarah keberadaan mesjid ini dari sumber onl...