Wak Lontong dan Ramadhan-nya
By: M. Ridwan Wak Lontong, demikian orang memanggilnya. Mungkin karena terlalu sering mengomentari orang dengan kata-kata "Memang Lontong dia tu", maka akhirnya orang memberinya gelar dengan "Wak Lontong". Terkena karma, sepertinya. Anehnya,, dia suka dan senyum-senyum saja. Wak Lontong mengakui bahwa dirinya bukanlah muslim yang sejati. Katanya, sholatku banyak tinggal dan akhlakku pun tak baik-baik amat. Masih hobby ghibah dan sesekali memfitnah. "Tapi aku cepat tobat, lho," katanya membela diri. Kalau bersedekah, dia pun mengakui sekedar saja. Selalu memilih lembaran ribuan terkecil di didompetnya. Ia sangat takut salah memegang uang berwarna biru atau merah ketika kotak infaq lewat di depan matanya. "Sedekahku tidak banyak membantu" katanya suatu hari. Selalu ada alasan. Ketika Ramadhan datang, Wak Lontong termasuk orang yang menyambut dengan biasa-biasa saja. Tidak terlalu gembira, namun tidak juga menolaknya. Seperti kebanyakan orang, di...