Posts

New Year New You: Dunia Seperti Apa Yang Ingin Kita Wujudkan?

Oleh: M. Ridwan Kita sudah berada di tahun 2016. Hampir sebulan. Rasanya, masih tergiang gegap gempita manusia di planet bumi ini ketika memperingati pergantian tahun ini. Katanya, jutaan resolusi telah digaungkan saat itu. Resolusi untuk lebih baik di tahun 2016. Mudah-mudahan terwujud. Kendati, kondisi dunia secara kasat mata, mungkin terlihat semakin semrawut. Terutama jika dilihat dari perspektif politik, ekonomi dan keamanan. Perang yang terus berkecamuk dan jutaan pengungsi yang menyelamatkan diri tanpa kepastian, bisa menjadi salah satu indikator kesimpulan ini. Bahkan, di awal tahun 2016, benih-benih peperangan baru juga mulai muncul. Katakanlah, ketegangan Arab Saudi dan Iran yang menunjukkan eskalasi yang mengkhawatirkan. Demikian juga Korut dan Korsel. Belum lagi cerita tentang isu terorisme yang seakan mati satu tumbuh seribu. Katanya sih, ada yang salah dengan penangangan terorisme dunia. Bara dendam dan marah yang terpendam di benak manusia modern saat ...

Takut Dengan Islam: What Happenned to You, Mr. Donald Trumph? (Bagian 1)

Oleh: M. Ridwan Bulan ini, dunia heboh dengan ulah Donald Trumph. Calon presiden AS dari partai Republik ini mengemukakan ide untuk melarang muslim masuk ke Amerika jika ia menjadi presiden. Tentu saja, publik sangat marah dengan komentar rasis-nya, bahkan dari warga Amerika sendiri.   Pernyataannya dianggap berbahaya dan justru akan menciptakan masalah baru bagi Amerika dan dunia. Donald Trumph memang cukup terkenal sebagai seorang pebisnis. Dialah pemilik kontes Miss Universe yang terkenal itu. Kontes ini bertujuan untuk menjaring dan memamerkan wanita-wanita cantik dari seluruh dunia. Cantik luar dalam. Secara fisik dan emosi. Untuk menentukan kecantikan itu, mereka harus rela berlenggang-lenggok di hadapan para juri -yang memahami benar arti “kecantikan”- dan menunjukkan kebolehan mereka. Pemenangnya adalah para perempuan yang dianggap paling sempurna karena memiliki paduan antara Brain (otak), Beauty (kecantikan), dan Behavior (kepribadian) – dalam versi juri ...

Pintar Cari Duit (Bagian 3)

Oleh: M. Ridwan Pengungkapan kasus prostitusi artis kembali menjadi topik pembicaraan warga negeri ini. Katanya, ini kasus jilid 2. Saya tidak tahu berapa jilid yang akan dibuat. Tentu saja, seperti biasa, ribuan perspektif pasti muncul menyikapi kasus ini. Berbagai kalangan bersuara dan membahasnya. Entah itu dari kalangan agamawan, pakar hukum, sosilog, psikolog, bahkan politisi. Menarik sih, tapi memprihatinkan tentunya. Agaknya, negeri ini terlihat semakin “siap” untuk “lepas landas” dari negeri bermoral menuju negeri immoral. Tidakkah saya berlebihan?. Bagi saya, kasus ini –sebagian orang menyebutnya “hiburan”, dagelan atau mungkin pengalihan isu- mengantarkan kita kembali kepada pertanyaan dasar tentang hakikat uang dan cara mencarinya . Kendati bagian sebagian orang, memahami hakikat uang sudah tidak penting lagi dikaji. Waste of time . Buang-buang waktu saja. Lebih baik memikirkan cara mencarinya. Memangnya, memahami hakikat uang bisa menciptakan uang?. Hehe,...

Mereka Rela “Mengenggam Api Neraka”: Khawatir Memilih Pemimpin Murahan?

Oleh: M. Ridwan Memang, hasrat menjadi nomor satu selalu “se-body” dengan naluriah makhluk. Tidak hanya manusia, kalangan jin seperti Iblis pun memilikinya. Bahkan konflik abadi Iblis dan manusia dipercikkan pertama kali karena adanya hasrat “menjadi nomor satu” ini.   Iblis yang besar kepala merasa berhak dengan gelar “The Best” hanya karena ia terbuat dari api.   Adam yang terbuat dari tanah adalah “ nobody” dalam pandangannya. Sayangnya, setelah kejatuhan manusia pertama di bumi, yaitu Adam dan Hawa, hasrat ini bukannya hilang atau memudar. Hasrat ini semakin membuncah, menular. Makanya, manusia sekelas Qabil (anak Adam sendiri) menjadi korban perasaan iri dengan saudaranya   Habil yang dianggapnya hanya kelas “ Wong Ndeso” dan tak pantas mendapatkan kemuliaan menikahi saudarinya yang jelita. Ia merasa harus menjadi nomor satu. The best. Hasrat menjadi nomor satu dimiliki semua manusia. Perbedaannya, ada yang mampu mengendalikannya ke arah hal yang ...