Posts

Day#11 Seri Ramadhan 2016: Ramadhan Paket Hemat Vs Paket Jumbo?

By: M. Ridwan Ramadhan paket hemat itu istilah yang saya buat sendiri, ya. Maksudnya, hemat dalam beribadah. :). Ramadhan minimalis. Misalnya, hanya sholat dengan kuantitas dan kualitas apa adanya. Atau, membaca Alquran sekian baris saja. Atau, bersedekah dari "sisa-sia" uang di kantong saja. Atau, hanya mencukupkan dengan menahan marah saja. Lawannya adalah Ramadhan Paket Jumbo dimana semua menu Ramadhan "dibeli". Semua menu yang disediakan dilahap habis, tanpa sisa. Ada menu sedekah ya dimaksimalkan. Jumlahnya mungkin  jutaan atau ratusan juta perbulan. Ada menu membaca Alquran, disikat habis. Minimal 5-10 kali khatam tiap Ramadhan. Ada menu pengendalian emosi, dimaksimalkan. Tidak ada hari tanpa kesabaran, kelembutan dan keikhlasan.  Ramadhan paket hemat adalah Ramadhan yang diisi dengan ibadah yang ringan, rutinitas dan sekedarnya saja. Tidak punya obsesi dan aksi lebih yang disengaja. Saya menyebutnya juga  dengan Ramadhan by accident not by de...

Day#10 Seri Ramadhan 2016: Ramadhan dan Pesona Supermarket

By: M. Ridwan Fase 10 hari pertama Ramadhan akan kita akhiri. Kita akan memasuki fase 2. Jika sepakat dengan tipologi atau pembagian fase Ramadhan yang pernah saya sampaikan di tulisan-tulisan lalu, berarti di fase kedua ini jumlah orang ke mesjid dan mushalla "seharusnya" sudah mulai berkurang sementara pengunjung pusat perbelanjaan "harus" meningkat. Wah, wah , lebay nih . Jika kenyataannya berbeda -dalam arti jumlah pengunjung mesjid semakin meningkat-, maka tentu ada hal yang menarik.  Tidak perlu lagi membaca tulisan ini-lah.  Daya tarik supemarket itu dahsyat. Segala jenis tarikan dan pesona ada di sana. Mata, telinga, dan hidung mendapatkan sensasi yang tidak kita temukan di rumah.  Gimana gitu. Supermarket kini tidak hanya untuk berbelanja. Mall atau supermarket jaman kini telah menjadi pusat banyak kegiatan. Termasuk di setiap Ramadhan. Tak heran jika supermarket  identik dengan kemajuan jaman. Ide menyulap pasar tradisional dari pola terpusat ke ...

Day#9 Sesi Ramadhan 2016: Perjalanan Sebuah THR

By: M. Ridwan " When God blessed you financially, do not raise your standard of living. Raise your standard of giving ". (Mark Batterson) THR, atau Tunjangan Hari Raya, bagaimana kita memandangnya?. Pertanyaan aneh, ya?. THR ya identik dengan uang dan kebahagiaan. Terbayang tidak, betapa enaknya menikmati mudik atau lebaran dengan THR yang banyak dan kantong tebal. Langkah kaki dan gaya jalan kita pasti lebih gagah ya?. Makanya, Filipe Campante dan David Yanagizawa, Profesor dari Harvard University setuju bahwa Ramadhan itu bisa mendatangkan kebahagiaan. THR itu bisa saja datangnya dari perusahaan tempat kita bekerja, atau rizki min haisu la yahtasib , rejeki yang tak disangka-sangka. Katakanlah, tiba-tiba ada orang yang "berbaik hati" memberikannya. Atau bisa juga, kita-lah sumber THR untuk orang lain, sensasinya beda, lho. Mendapat THR itu adalah sebuah kebahagiaan setiap orang di bulan ini. Lupakan dulu tentang Lailatul Qadar ya. Saya tidak membahas it...

Day#8 Seri Ramadhan 2016: Ketika Smartphone Duluan Masuk Surga

By: M. Ridwan Saya senyum-senyum mendapat kiriman sebuah gambar " meme " -(baca: mim)- via medsos. Betapa tidak. Gambar itu menunjukkan seorang anak yang sedang duduk bersimpuh di makam ayahnya. Kelihatannya ia sedang berziarah. Namun, lucunya ia memegang sebuah smartphone yang terus melantunkan bacaan Alquran. Kita tidak pernah tahu apakah ia melakukannya karena tidak bisa membaca Alquran atau ia sedemikian malasnya?. Ia mewakilkan dirinya membacakan Alquran. Hehe, saya terpingkal-pingkal melihatnya.  Tentu, saya juga merasa tersindir. Si pembuat meme ini cerdas. Ia paham benar apa yang terjadi di dunia nyata. Secara tidak langsung, ia mengkritik kondisi kita yang mungkin sudah kadung "pasrah" dan "sangat tergantung" kepada peralatan canggih bernama smartphone ini. Sanking tergantungnya, kita-pun "menyerahkan" urusan akhirat kepadanya, sama seperti ulah si anak itu. Terhadap meme itu ada teman yang memberikan komen, katanya orang tuanya-l...

Day#7: Seri Ramadhan 2016: Month of Love: Latihan Jadi Penghuni Surga

By: M. Ridwan Satu hal yang menarik dari Islam bahwa kita memiliki informasi tentang berbagai "dunia" lain selain dunia fisik ini. Termasuk juga kehidupan sesudah kehidupan ini. Meskipun mungkin secuil atau samar-samar, namun tentu saja itu sudah lebih dari cukup, bukan? Meyakini dunia atau kehidupan lain itu termasuk salah satu rukun Iman yaitu percaya kepada yang ghaib. Tanpanya, keimanan kita pasti tidak sempurna atau rusak. Dan, salah satu yang meski diyakini kebenarannya, adalah adanya surga dan neraka. Surga? Apa yang kita bayangkan tentang itu? Nabi mengatakan bahwa surga itu unik, tak pernah dilihat dan dirasakan manusia, betapapun indahnya dunia ini. Kendati demikian, mana mungkin kita tidak pernah membayangkannya? Otak kita canggih. Otak depan, belakang atau tengah memiliki koleksi jutaan milyar memory berkaitan dengan gambar, suara dan pengalaman inderawi. Termasuk pengalaman kenikmatan. Nah, kumpulan memory inilah yang akan membentuk gambaran tentang surga y...

Day#6 Sesi Ramadhan 2016: Islam, Downloaded, Saved But Unexecuted

By: M Ridwan   Pernahkah Anda mengalami hal seperti ini?. Menjelajahi internet kemudian mendownload ratusan artikel, jurnal atau buku berformat digital dan kemudian disimpan di komputer dalam bentuk folder?. Pasti pernah, bukan?. Jumlah file itu mungkin mencapai ratusan atau bahkan ribuan file. Tipenya bisa saja aplikasi komputer, gambar, musik, atau video.  Pertanyaannya, "apakah semua buku, jurnal itu tuntas dibaca?, atau, apakah semua aplikasi komputer itu dijalankan atau dieksekusi kemudian digunakan untuk kebutuhan sehari-hari? Kalau pengalaman saya, tidak.  Hanya sedikit file artikel, buku digital yang benar-benar tuntas dilahap. Memang, ada metode speed reading sehingga beberapa buku bisa "diselesaikan" dengan cepat. Namun, tetap saja jumlah file yang didownload lebih banyak ketimbang kemampuan saya membaca. File-file yang telah di- download itu biasanya tersusun rapi di folder komputer. Bahkan tidak cukup sampai di situ. File itu juga disimpan di ...

Day#5 Seri Ramadhan 2016: Seandainya Ramadhan Tidak Memiliki Idul Fitri?

By: M. Ridwan Saya tidak sedang bercanda dengan judul di atas. Ya, benar, bagaimana seandainya Ramadhan -misalnya di tahun 2016 ini- tidak diakhiri dengan Idul Fitri?.  Pertanyaan selanjutnya, apakah tanpa lebaran kita tetap akan melaksanakan Ramadhan dengan penuh keikhlasan sepenuh jiwa? Apakah kita tetap bergembira atau malah tersiksa?. Silahkan jawab saja di dalam hati, ya. Soalnya, saya juga bingung menjawabnya.  :) Pertanyaan ini melintas saja di pikiran saya ketika mengikuti Dialog Ramadhan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UINSU.  Tema kemarin siang adalah " Ramadhan Ditinjau Dari Berbagai Aspek ". Saya berbesar hati bisa mendampingi Bang H. Azhari Akmal Tarigan -Dekan FEBI- untuk nimbrung sharing , dari aspek ekonominya, kendati sebenarnya ingin menjadi moderator atau notulen saja., sih Pesertanya adalah para dosen dan staf FEBI yang merupakan tokoh-tokoh muda, enerjik dan saya yakin sangat spiritualis.  Sebut saja, Ustaz Aliyuddin, Ustaz Sugi...